Selasa, 06 Agustus 2019

ini dia beberapa contoh SOP bagi karyawan toko atau pramuniaga

ilustrasi aktifitas toko, foto:google

Artikel mengenai Standar Operating Prosedur atau apa itu SOP khusus untuk pramuniaga atau yang juga dikenal dengan penjaga toko kali ini adalah artikel lanjutan dari artikel sebelumnya. Untuk pembahasan SOP berikut akan lebih spesifik membahas bagaimana prosedur kerja pramuniaga dalam hal displaying. Bagi yang belum pernah merasakan bagaimana jadi penjaga toko, mungkin sekilas pekerjaan displaying ini terkesan mudah karena hanya tampak seperti menata dan manaruh produk pada rak pajangan saja, tetapi ternyata hal ini dilakukan tidak sembarangan, ada aturan peletakkan produk yang harus dipatuhi. Bagi toko yang menerapkan SOP ketat pada setiap kinerja karyawannya, displaying juga diatur secara seksama agar tidak dilakukan asal-asalan. 

Bagi pramuniaga toko besar atau seperti supermarket, displaying dilakukan dengan menerapkan prosedur kerja seperti berikut ini:

1.    Aturan Pemajangan Produk
Penjaga toko hendaknya meletakkan produk pada rak atau display yang telah kosong dengan menerapkan sistem Fisrt In First Out (FIFO) serta berdasarkan tanggal kadaluarsa Exp.Date. Biasanya produk dengan tanggal kadaluarsa yang tidak lama seperti makanan, minuman dan obat lebih mendapatkan perhatian khusus dalam peletakkannya. Diusahakan untuk kategori produk dengan Exp.Date sebentar diletakkan pada posisi di depan serta mudah terlihat oleh pengunjung. 

2.    Pengelompokkan Produk
Untuk memudahkan pembeli dalam mencari barang yang dibutuhkan atau ingin dibeli, produk diletakkan pada rak serta tempat sesuai dengan kelompoknya. Tidak disarankan untuk menaruh produk secara acak atau sembarangan. Pengelompokkan produk berdasarkan ukuran, warna dan merk. Dengan begitu, barang jualan akan tertata rapi, enak dilihat dan mudah dicari.

3.    Pemasangan Label Harga
Setelah tahap pengelompokkan barang selesai, maka selanjutnya adalah pemberian label harga (Price tag) dengan baik dan benar. Label harga ini bisa diletakkan tepat dibagian bawah produk dengan cara menempelkan label harga di rak.  Bisa juga pada posisi lainnya asalkan masih berada tidak jauh dari produk serta mudah dipahami dan dilihat pembeli. Pemberian huruf dan angka label harga harus jelas dan dapat dibaca, selain itu hendaknya label harga yang tertera di rak sesuai dengan yang ada di mesin penghitung pada kasir.

4.    Pemindahan Produk Rusak
Dari sekian banyak produk yang dijual, tentu ada beberapa yang rusak, melebihi tanggal kadaluarsa dan sebagainya yang menjadikannya tidak layak lagi untuk dijual. Untuk tetap menjaga kualitas produk dan layanan toko, hendaknya produk yang sudah rusak ini dipindahkan ke tempat khusus, sebisa mungkin tempatnya tidak terlihat sehingga kemungkinan konsumen mengambil barang yang sudah rusak tersebut dapat diminimalisir.

5.    Pemeliharaan Dan Kebersihan
Pramuniaga juga dituntut untuk memperhatikan kebersihan rak display, apabila ada rak yang kotor, berdebu dan lainnya, hendaknya segera dibersihkan. Jika mendapati rak ada yang rusak, maka harus diperbaiki. Pemeliharaan rak display juga menjadi tanggung jawab pramuniaga. Aktivitas pemeliharaan dan kebersihan bisa dilakukan sesaat sebelum toko dibuka atau bisa juga setelah toko tutup, alasannya agar jangan sampai mengganggu aktivitas pengunjung saat sedang berbelanja. 

    Itu tadi beberapa prosedur kerja atau SOP secara umum untuk pramuniaga, semoga informasi yang sudah diberikan di atas dapat mudah dipahami dan mampu memberikan pengetahuan yang anda butuhkan. Bagi pembaca yang kebetulan sebentar lagi membuka toko atau usaha retail, tentu info ini akan sangat bermanfaat. Jangan sungkan membagikan artikel ini jika dirasa bermanfaat untuk orang lain.


SHARE THIS

Author:

Cantiknya.info merupakan website informasi kecantikan yang bisa memberikan inspirasi baru bagi anda para wanita Indonesia, selain itu kami juga membagikan berbagai informasi lainnya, dengan harapan bisa bermanfaat. Salam

0 komentar: