Senin, 25 Juni 2018

Perbedaan Cara Kerja Air Cooler Dan AC Beserta Ilustrasinya

Banyak orang menjadi bingung saat hendak memilih AC biasa atau air cooler. Keduanya bisa digunakan untuk menyejukkan udara dan ruangan. Masing-masing punya keunggulan tersendiri termasuk manfaat dan kelemahannya. Yang menjadi pilihan terbaik Anda tergantung pada banyak faktor seperti iklim tempat tinggal Anda, biaya yang siap dikeluarkan, temperatur dan kualitas udara yang ingin didapatkan, dan lain sebagainya.

Apa itu AC dan Air Cooler?

AC atau air conditioning adalah sebuah proses pemindahan panas dari sebuah ruangan tertutup menggunakan bahan kimia. Bahan kimia yang digunakan disebut gas refrigeran. Gas ini bisa diubah dengan mudah dari gas menjadi cair dan kembali menjadi gas. Udara panas bisa dipindahkan dari ruangan dalam rumah ke luar menggunakan gas refrigeran.
Air cooler (dikenal juga sebagai evaporative air cooler, desert cooler atau swamp cooler) adalah salah satu alat kontrol iklim tertua yang masih ada. Ingatkah Anda ketika keluar dari kolam renang dan angin yang menyentuh kulit Anda terasa dingin? Begitulah sederhananya pendinginan melalui penguapan (evaporative cooling).

Cara Kerja AC

AC mempunyai tiga bagian utama, yaitu kompresor, kondensor, dan evaporator. Kompresor dan kondensor biasanya terletak di luar ruangan (outdoor unit), sementara komponen evaporator dipasang di dalam unit indoor.
Gas refrigeran masuk ke kompresor dalam kondisi dingin dan bertekanan rendah. Mesin kompresor menekan gas untuk membuat molekulnya berdekatan. Semakin rapat molekulnya, semakin tinggi energi dan temperatur yang dihasilkan.
Gas refrigeran keluar dari kompresor dalam bentuk gas yang panas dan bertekanan tinggi, kemudian mengalir ke dalam kondensor. Jika Anda lihat bagian unit outdoor, Anda akan menemukan kondensor yang ada sirip metal di sekelilingnya. Sirip-sirip ini berfungsi seperti radiator mobil dan menolong panas untuk keluar dengan cepat.
Ketika gas meninggalkan kondensor, suhunya jauh lebih dingin dan telah berubah bentuk dari gas menjadi cairan yang disebabkan oleh tekanan tinggi. Setelah itu cairan ini mengalir ke evaporator melalui lubang yang sangat kecil. Di sisi lain, tekanan cairan ini berkurang dan cairan mulai menguap menjadi gas.
Saat cairan berubah menjadi gas dan menguap, gas ini menyerap panas dari udara sekitar. Saat gas keluar dari evaporator, sudah menjadi gas dingin bertekanan rendah. Gas ini kemudian kembali ke kompresor untuk mengulang perjalanannya.

Cara Kerja Air Cooler

 

Prinsip kerja air cooling sangat sederhana. Hal ini sering terjadi secara alami di sekitar kita. Contohnya, ketika keluar dari kolam renang Anda merasa dingin. Efek dingin itu terjadi saat udara kering melewati air dan menyerapnya sebagian. Molekul air berubah menjadi molekul gas dan panas berpindah dari suhu udara yang lebih tinggi ke lebih rendah. Karena alirannya terjadi secara alami, area di sekitarnya menjadi lebih sejuk.
Kemampuan udara untuk menurunkan temperatur dengan cara menyerap air berubah sesuai dengan tingkat uap air yang ada di dalamnya. Maka dari itu udara kering (kelembaban rendah) bisa menyerap air lebih banyak daripada udara lembab yang biasanya terdapat di daerah dekat pesisir pantai.

Air cooler modern menggunakan kipas untuk menarik udara luar ke dalam melalui filter basah. Filter ini mengurangi kotoran dan menurunkan suhu karena penguapan yang terjadi di dalamnya. Udara yang sudah didinginkan kemudian dikeluarkan. Alas filter dibasahi oleh pompa yang mendorong air ke atas kemudian menetes turun. Kipas juga membantu mendorong udara yang sudah diturunkan temperaturnya keluar dan menyejukkan ruangan sekitar. Udara akan lebih terasa dingin dekat jalur keluar air cooler.

SHARE THIS

Author:

Cantiknya.info merupakan website informasi kecantikan yang bisa memberikan inspirasi baru bagi anda para wanita Indonesia, selain itu kami juga membagikan berbagai informasi lainnya, dengan harapan bisa bermanfaat. Salam

0 komentar: