Diberdayakan oleh Blogger.

Jumat, 29 Juli 2016

faktor yang menentukan jenis kelamin anak pada masa kehamilan

iezul     01.29.00    

Faktor penentu kelamin anak ketika masa kehamilan - Terbersit hasrat bagi orangtua atau calon ayah serta mak   buat memiliki bayi menggunakan susunan jenis kelamin yang diinginkan.

Umumnya, anak pria lebih seringkali diinginkan berada di posisi menjadi anak pertama menggunakan dalih berperan sebagai abang tertua lalu baru anak perempuan  .Meski pemikiran tersebut termasuk yang konservatif, tetapi tidak jarang masih poly orangtua yang mengharapkan jenis kelamin bayi tertentu. Apalagi sehabis mendapat anak berjenis kelamin sama berturut-turut.

faktor yang menentukan jenis kelamin anak pada masa kehamilan
faktor yang menentukan jenis kelamin anak pada masa kehamilan
Menariknya, tidak sedikit orangtua atau pasangan suami istri mencoba tips menentukan jenis kelamin bayi tertentu. Mulai berasal posisi tidur sehabis berhubungan seks, gaya bercinta yg disebut bisa menentukan jenis kelamin bayi, jenis kuliner, lepas serta lain sebagainya.

Terkait hal tadi, Dr. Deborah Bateson, direktur medis asal keluarga Berencana New South Wales, Australia, memaparkan secara kentara akan bukti medis pada balik  teori-teori menentukan jenis kelamin bayi tersebut. Termasuk teori mirip Metode Shettles.

Metode Shettles ini mengatakan bahwa karena sperma “laki-laki ” beranjak lebih cepat daripada sperma “wanita” yang bertahan hayati lebih lama  , berhubungan seks beberapa hari sebelum ovulasi akan membuat anak wanita. Kebalikannya, berhubungan seks pada hari menstruasi akan membentuk anak pria.

Dari Dr Bateson, metode ini ternyata dinilai ketinggalan zaman.
Beliau mengatakan, “Kebanyakan Metode Shettles didasari oleh penelitian dari 50 tahun yg kemudian, tetapi buktinya tidak relatif kuat.”
lalu, selain Metode Shettles, Dr Bateson pula mempelajari kebenaran asal teori yg mengatakan bahwa diet serta olahraga mempengaruhi jenis kelamin anak.

Dr Bateson jua mengkaji teori hormon di mana ibu menggunakan level progresteron yang tinggi dan  testosterone yang rendah mempunyai kemungkinan lebih besar  buat melahirkan anak perempuan  .

Ternyata, lagi-lagi kedua teori ini tidak sahih serta tidak didasari sang sains.
“Mereka (pencetus teori) terus mencari tetapi tidak ada bukti yang akan kugunakan dalam praktek saya,” ungkapnya.
“Lagipula, kebanyakan orang bahagia untuk menerima kemungkinan 50/50 menggunakan jenis kelamin anak mereka. Hal ini justru dianggap menarik oleh mereka,” pungkasnya.

sumber : Tabloidnova.com foto:solusisehatku.com

0 komentar :

© 2016 Informasi Kecantikan. Designed by Bloggertheme9. Author iezul.